Kamis, 30 Agustus 2018

4 Nasi Goreng Kaki Lima Paling Ngangenin di Kota Malang

Sebenarnya saya agak malas kalau mampir ke kafe/kedai/depot/rumah makan lalu pesan nasi goreng. Kayaknya ini pilihan makanan paling 'aman' kalau kita belum pernah menjelajahi daftar menu. Tapi lain ceritanya kalau makan nasi goreng di kaki lima.

Kalau kata saya nasi goreng dan gerobak kaki lima itu jodoh paling serasi. Rasanya ada sensasi tersendiri saat menunggu nasi goreng dimasak sambil memandang kendaraan yang lalu lalang di jalan. Apalagi pas aroma bumbu yang lagi ditumis kebawa angin. Makin keronconganlah perut ini.

Nah, di kota Malang ini banyak tukang nasi goreng kaki lima yang menurut saya makanannya jauh lebih enak daripada nasi goreng di kedai franchise-an. Berikut ini beberapa di antaranya.

Nasi Goreng Kambing - Sop Kaki Kambing Ex-Gajayana 

Nasi goreng kambing dengan potongan daging ekstra plus emping. Photo: Dok. pribadi
Warung kaki lima ini sebenarnya nggak ada namanya. Di depannya pun cuma tertulis Sop Kaki Kambing & Sate-Sop Kaki Sapi. Tapi ada yang menyebutnya Sop Kaki Kambing Pak Kin atau Sop Kaki Kambing Ex-Gajayana, soalnya dulu sempat mangkal di sekitaran Stadion Gajayana.

Meskipun menu andalannya sop kaki kambing, nasi goreng kambing di sini enak banget. Nasi gorengnya berwarna cokelat gelap dengan potongan daging kambing yang besar-besar tapi empuk. Dikasih emping goreng melimpah pula.

Minyak samin dan bumbu rempahnya nasi goreng ini kerasa banget. Porsinya juga mengenyangkan. Buat penyeimbang rasa, jangan lupa ditambah acar timun dan wortel yang disediakan terpisah.

Harganya memang nggak semurah nasi goreng pada umumnya. Tapi ini nasi goreng pakai kambing, lho. Harganya sepadan dengan kualitas, kok.

Kelihatannya kaki lima yang satu ini juga cukup legend. Buktinya turis asing pun makan di sini. Saya kebetulan ketemu sepasang pas mampir ke sini.

Alamat: Jalan Kyai Tamin No.101, Sukoharjo (warung kaki lima pertama yang terlihat kalau belok dari Jalan Laksamana Martadinata/Lonceng)
Jam buka: 18.00-23.30
Harga: Rp30.000,- (plus jeruk anget)
Go-Food/GrabFood: Go-Food only

Sego Goreng Jowo MAREM

Photo: Dok. pribadi
Sego goreng Jowo di Nasi Goreng MAREM Galunggung. Photo: Dok Pribadi
Saya nggak tahu kenapa, tapi Jalan Galunggung itu kayaknya spot wisata nasi goreng di Malang. Di sepanjang jalan ini banyak banget tukang nasi goreng yang ramai pembeli. Salah satunya ya Sego Goreng MAREM ini.

Warung ini langganan mahasiswa dan keluarga. Menunya aneka jenis nasi goreng, dan mie goreng ala Jawa. Bisa request pedas atau nggak.

Menurut saya nasi goreng Jawa di sini rasanya khas karena pakai bumbu uleg yang baru diracik begitu ada pesanan. Baru ditumis saja aromanya sudah sedep. Mesti sabar nunggu, karena bumbunya diuleg satu per satu.

Semua menu di sini disajikan dengan suwiran ayam, bawang goreng, acar, dan cabai rawit hijau. Sampai suwiran ayamnya pun berasa bumbu, jadi nggak hambar.

selain nasi goreng, mie goreng jawa dan nasi goreng ikan asinnya juga recommended. Harganya murah-murah, kok. Rata-rata Rp9.500,-. Paling mahal cuma cap cay, Rp12.500,-.

Alamat: Jalan Galunggung No.11, Gading Kasri (200 meter arah utara dari lampu merah Dieng)
Jam buka: 18.00-23.00
Harga: Rp9.500,-
Go-Food/GrabFood: -

Sego Mie Warung Pak Bandung

Sego mie, racikan nasi goreng mawut mie instan di Warung Pak Bandung. Photo: Dok. pribadi

Masih di ruas Jalan Galunggung, terus aja ke arah utara sampai ketemu lampu merah persimpangan Jalan Bondowoso-Jalan Tidar. Di sebelah kiri ada nasi goreng Galunggung yang selalu antre itu. Di seberangnya ada Warung Pak Bandung.

Warung Pak Bandung yang cuma lesehan di emperan toko ini punya menu andalan sego mie. Dibuat dari mie instan yang diracik ulang menjadi nasi goreng mawut.

Penyajiannya di mangkuk putih yang biasa dipakai tukang bakso dan mie ayam itu. Selain mie dan nasi, saya juga menemukan potongan ampela, kubis, sawi, dan telur di dalam sego mie. Bisa pesan pedas atau nggak.

Sego mie ini adalah makanan nostalgia buat para alumni UM, terutama yang dulunya ngekos atau punya isi dompet cekak. Sampai sekarang pun saya masih sering kebarengan segerombol mahasiswa kalau makan di sini.

Makanan di sini memang cocok buat anak kuliahan. Bayar seporsi tapi kenyangnya setara makan dua piring.

Alamat: Jl. Galunggung No.76, Gading Kasri (emperan belakang Pizza Hut Delivery)
Jam buka: 18.00-22.00
Harga: Rp12.000,- (plus es jeruk)
Go-Food/GrabFood: -

Sego Resek Kasin

Sego resek plus sayap ayam. Photo: Dok. pribadi

Warung kaki lima ini cuma menawarkan satu menu, yaitu sego resek yang berarti nasi sampah. Warungnya pun diterangi lampu sederhana. Meja kursi juga terbatas. Tapi pengunjungnya serasa tumpah-tumpah.

Sego resek yang selalu laris manis ini bisa dibilang termasuk kuliner kaki lima legendaris di Malang. Berupa nasi goreng mawut ala Jawa yang dibumbui bawang-bawangan, kecap dan penyedap. Dimasak bersama potongan mie kuning, kubis, tauge, dan suwiran daging ayam. Terus disajikan bersama bersama irisan telur rebus yang digoreng, suwiran ayam, potongan usus, timun, dan bawang goreng. Bisa pakai tambahan lauk seperti sayap ayam, kepala ayam, dan ampela. Ampelanya digulung usus goreng. Menggoda sekali.

Keunikan dari sego resek ini terletak pada cara memasaknya. Satu penggorengan berukuran raksasa dipakai buat masak belasan porsi sekaligus. Kompornya masih pakai arang dan kayu, jadi aromanya benar-benar khas. Pelanggan bisa makan di sekeliling wajan, sekalian nonton atraksi si bapak mengaduk-aduk nasi goreng.

Paling enak mampir ke sini pas warungnya baru buka, karena masih gorengan pertama. Bumbunya pun masih nampol banget. Jangan ngeluh kalau makannya senggol-senggolan, ya. Justru di situlah seninya.

Porsinya pas, sepadan dengan harganya yang juga murah banget. Paling mahal cuma Rp13.000 dan itu sudah pakai suwiran ayam yang banyak.

Alamat: Jalan Brigjend. Katamso No.4, Kauman (50 meter sebelah barat perempatan Kasin)
Jam buka:  18.00-22.00
Harga: Rp9.000,- (tanpa lauk)
Go-Food/GrabFood: -

Sebenarnya masih banyak nasi goreng kaki lima di Malang yang enak dan bikin kangen. Tapi untuk kali ini kita cukupkan saja dengan membahas nasi goreng yang sudah saya ulas di atas. Kapan-kapan kita mampir ke warung kaki lima lain lagi dan icip-icip.

6 komentar: